“Imas Rismawati”
19 Maret 2013
Meilani mengawali pertemuannya dengan kata-kata yang
membuat Risya terkaget.
“Hayoo lho…
ngelamun lagi kan….???? Kenapa sih,?? Kok akhir-akhir ini sering banget
ngelamun gak jelas kaya gitu” kata Meilani sambil menyimpan tasnya.
“Ngga kok… siapa
bilang melamun, orang aku lagi mikir” kata Risya dengan sedikit gugup.
“hah,, Lagi mikir,?? Ehh Risya, emang aku anak kecil
apa, bisa dikibulin kaya gitu. Dasar lho. ”
“Hehe,,, “ Risya
tersenyum sendiri dengan wajah yang terlihat aneh.
“iiiigghhh
senyum-senyum sendiri, jadi takut aku deket kamu, udah ah, ke kantin yukk..
belum sarapan nih..” kata Meilani sembari menarik tangan Risya.
Setibanya di kantin, ternyata Meilani
masih penasaran, dia bingung dengan kelakuan sahabatnya akhir-akhir ini.
“Ehh, sya.. kamu kenapa sih..?? cerita dong…” pinta
meilani mengawali pembicaraan.
“ehm,,,
cerita gak ya,,????” Risya menjawab dengan nada yang mengolok-olok pertanyaan
sahabatnya itu.
“Akh,
kamu…!!!! Masa sama sahabat sendiri main rahasia-rahasiaan sih, kalo punya kebahagiaan
bagi-bagi kenapa.” Kata Meilani yang mulai kesal dengan tingkah Risya yang so
misterius.
“Iya…
iya.. gak usah cemberut gitu donk, haha” lagi-lagi Risya mengolok-olok
sahabatnya.
“iiiehh
apaan sih, udah cepetan cerita…!!!!” pinta Meilani dengan emosi.
Risya pun menceritakan apa yang membuat
dia selama ini menjadi aneh, ternyata Risya sedang menyukai seorang lelaki yang
di temui nya ketika ia menghadiri seminar di suatu acara minggu lalu. Lelaki
itu sekarang duduk di kelas XII, lebih tinggi setingkat di banding Risya
sendiri, dia ber sekolah di sekolah kejuruan negeri di kota itu.
Risya
mendapatkan semua informasi dari kawannya Lina yang juga satu sekolah dengan lelaki
itu. Katanya, Lelaki itu bernama Yudi. Bahkan dia pun mengaku bahwa dia juga
sempat menyukai lelaki yang bernama Yudi itu, ketika ia pertama masuk sekolah.
Semenjak itu, Risya sibuk mencari semua hal yang berhubungan dengan Yudi, dari
mulai fb, twitter, email, hanya saja ia tak berani jika harus melalui via
handphone.
Yudi sebenarnya adalah lelaki yang dulu
pernah Risya sukai, Risya bertemu dan mengenal Yudi awalnya adalah ketika
mereka berlatih tari di sebuah sanggar tari, Risya menyukai Yudi karena
kesopanannya terhadap wanita, karena waktu itu ada perbuatan Yudi, yang secara
tidak sengaja membuat Risya tertarik.
hanya saja waktu itu, Risya sama sekali tidak mengetahui informasi
sedikit pun mrngenai lelaki itu.
Percakapan Risya dan Meilani terhenti,
tatkala bel tanda pelajaran akan di mulai berbunyi.
“Ehh,,
bel nya bunyi tuh, tapi ceritanya nanti lanjutin yah, awas lhooo kalo ngga”
kata Meilani dengan nada mengancam.
Risya hanya tersenyum seraya membulatkan
jempol dan telujuknya, yang menandakan
ia setuju.
Ketika dalam
perjalanan pulang, Meilani meminta Risya melanjutkan ceritanya.
“Sya, emang kak
Yudi nya belum punya pacar yah,,??” Tanya Meilani dengan antusias.
“Hmmm….
udah,,!!!!!” Jawab Risya dengan nada datar.
“Hah udah…!!!!!
Terus kamu gimana,,???” Tanya Meilani semakin ingin tahu.
“ya,, nggak
gimana-gimana” jawab Risya dengan santai sembari mengotak-atik handphone yang
di genggamnya.
“Risya
Seriuuusss…!!!!!” Meilani mulai kesal dengan jawaban-jawaban Risya yang
seenaknya.
“Ini juga udah
serius Meilani handa Pratiwi” jawab risya, lagi-lagi dengan nada yang santai.
“Truss, kamu
tetep suka gitu sama laki-laki yang udah punya pacar..???” Meilani bertanya
dengan air muka yang serius.
“Ya gak ada
masalah kan, kalo hanya sebatas suka,.” Jawab Risya dengan enteng.
“ ya tapi kan,
tetep aja itu namanya kamu merusak hubungan orang lain, dan lagi pula nantinya
kamu juga kan yang sakit hati.”Meilani mencoba memberi penjelasan kepada Risya.
Risya tiba-tiba memandang wajah
sahabatnya itu dengan air muka yang berbeda, nampaknya ia tersinggung dengan
perkataan sahabatnya itu.
“Merusak apanya
maksud kamu,,?? Aku gak ngapa-ngapain kok, aku Cuma suka sama dia, aku juga gak
berharap jadi sipa-siapanya dia. So, Aku gak bakalan ganggu dia sama pacarnya,
lagi pula selama ini, aku melihat statusnya, tidak ada satupun kata-kata yang
berkaitan dengan pacarnya, itu berarti dia gak terlalu suka kan sama pacarnya
itu.” Risya menjawab penuh emosi.
Meilani yang mendengar jawaban Risya
seperti itu, sedikit tersentak dan segera meminta maaf.
“sya,,
marah yah,,??? Kata-kkataku salah yah,,?? Maaf sya, aku gak bermaksud seperti
itu, aku Cuma gak mau kamu salah langkah sya.” Meilani berkata penuh
penyesalan.
“udah
lah,, aku juga ngerti kok maksud kamu,..!!!!”
Risya menjawab dengan ketus, dan seketika berlari membiarkan Meilani
berjalan sendiri.
Meilani melanjutkan langkahnya dengan rasa
penuh penyesalan.
Keesokan harinya, disekolah,,,,
Meilai melihat Risya di pojok kelas, dan
nampaknya ia sedang menangis…. Meilani segera menghampirinya, dan segera
menyatakan penyesalannya atas kejadian kemarin.
Risya yang menangis, seketika memeluk
sahabatnya yang sedang meminta maaf kepadanya, di pelukan Meilani tangisnya
semakin menjadi.
“Sya,,
kamu kenapa,?? Kamu masih marah sama aku. Sya aku minta maaf sya,” Kata Meilani
dengan perasaan khawatir.
Risya tak menjawab sepatah katapun, ia
hanya mampu menggelengkan kepalanya.
“Terus
kenapa sya, cerita sama aku..” pinta meilani.
Risya melepaskan pelukannya, dan
menceritakan semuanya.
“La,,
ternyata omongan kamu kemarin bener, aku yang akan sakit hati.” Jawab Risya
denagn tersedu.
“Lho..
kok bisa,,??? Kenapa emangnya,,???” Tanya meilani keheranan.
“Semalem,
seperti biasa, aku melihat wall facebook
kak Yudi, terus aku liat dia bikin status yang isinya “I Love U”, dan yang
bikin aku tambah sedih, nama pacarnya tuh di tulis la, mereka coment-comentan
dengan kata-kata yang……” Risya kembali menangis dan memeluk Meilani.
“Lantas,
kenapa kamu harus sedih sya,,?? Ingat kata-kata kamu kemarin,,?? Kamu tidak
mengharapkan apa-apa dari perasaanmu ini. Suka ya tetep suka, dan rasa suka itu
tidak berarti kamu harus menjadi seseorang yang berarti bagi dia kan,,??? Rasa
suka kamu terhadap kak Yudi, itu adalah hal yang di inginkan oleh hati, kamu
sendiri pun tak mampu memungkiri bahkan menentang hati mu itu. Jadi,, kalo kamu
suka sama kak Yudi, ya biarkan saja, toh itu adalah panggilan dari hatimu kan,
bukan kemauan mu..??? Sekarang jangan nangis lagi ya,,,”
“Jadi
aku masih boleh suka sama kak Yudi,,???” Tanya Risya sembari menatap wajah
sahabatnya.
“tentu
saja boleh, kenapa tidak. Asalkan kamu ingat dengan janjimu, kamu tidak
mengharapkan apapun dari perasaanmu ini. Dan ingat… tetap kendalikan perasaanmu,
jangan sampai menggangu apalagi merusak hubungan kak yudi sama pacarnya” jawab
meilani dengan bijak….
Risya mengucapkan Terimakasih dan
kembali memeluk tubuh sahabatnya yang mungil itu.
“Udah
yu sedih-sedihannya, mending anter aku ke kantin.. Lapeerr niihh” ajak Meilani
dengan gaya konyolnya.
Risya pun kembali tersenyum berusaha
meyakinkan dan menegarkan hatinya…
dan tangisnya pun berlalu terseret langkahnya
bersama Meilani…….

0 komentar:
Posting Komentar